PREGNANCY, RANDOM INTEREST

Mencegah Stunting


Buibu, Indonesia telah menurunkan angka stunting menjadi 29 persen pada tahun 2015 berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG). Sebelumnya, Indonesia mencapai 37,2 persen pada tahun 2013 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Stunting merupakan masalah gizi kronis. Hal ini dapat sebabkan karena kekurangan gizi dan infeksi yang berulang pada anak bahkan sejak didalam kandungan. Oleh karena itu nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan sangat penting untuk diperhatikan. Dampak dari kekurangan nutrisi pada 1000 hari pertama anak sejak janin hingga berusia 2 tahun tidak dapat diperbaiki. Efek ini akan terlihat ketika anak berumur 1 tahun. Misalnya IQ yang lebih rendah dibandingkan anak yang mendapat nutrisi cukup dan berpotensi menderita stunting.

Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran. Sedangkan gejala jangka  panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.
Pencegahan stunting dapat dilakukan sejak janin di dalam kandungan melalui pemenuhan gizi ibu hamil. Setelah itu, pemberian  ASI eklusif tanpa tambahan cairan atau makanan lain sampai bayi berusia 6 bulan akan mencegah bayi dari berbagai penyakit dan merangsang pertumbuhan fisik bayi. Untuk menghasilkan ASI yang berkualitas, ibu pada masa nifas harus mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga produksi ASI optimal. Setelah bayi berusia 6 bulan, ia harus mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah dan kualitasnya. Untuk memastikan tumbuh kembang bayi secara fisik, maka perlu pemantauan panjang atau tinggi dan berat badan bayi yang dapat dilakukan di Posyandu atau secara mandiri.
Selain itu, pencegahan stunting dapat dilakukan dengan menjaga konsumsi protein yang berpengaruh pada pertambahan tinggi dan berat badan anak diatas 6 bulan. Anak yang mendapat protein 15 persen dari total asupan kalori ternyata memiliki badan yang lebih tinggi dibandingkan anak yang hanya mendapat protein 7,5 persen dari total asupan kalori. Sumber protein nabati terdapat pada kacang-kacangan, umbi-umbian, biji-bijian dan sayuran. Sedangkan protein hewani dapat diperoleh dari daging sapi, ayam, ikan, telur, dan susu. Cek asupan gizi si kecil dan pastikan terpenuhi kebutuhannya untuk tumbuh sehat seimbang!
 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s