PREGNANCY, RANDOM INTEREST

Pemeriksaan Kehamilan


Setelah Anda mengetahui adanya tanda-tanda kehamilan, segera lakukan pemeriksaan kehamilan dengan bidan atau dokter pilihan Anda.

Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan setiap bulan, untuk mengetahui tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu. Namun jika tidak memungkinkan, periksaan kehamilan setidaknya dilakukan dilakukan 4 kali selama proses kehamilan. Pemeriksaan dilakukan satu kali pada usia kandungan sebelum 3 bulan; satu kali usia kandungan 4-6 bulan; dan 2 kali pada usia kandungan 7-9 bulan.

Seperti apa sih pemeriksaan ibu hamil?Kalau baru mau periksa memang penasaran, agak dag dig dug n ngarep beneeer banget :)

Sedikit cerita pengalaman pribadi, ketika saya melakukan pemeriksaan kehamilan untuk pertama kalinya. Saya dan suami mantab untuk periksa dengan dr. E.Rohati, SpOG di Rumah Sakit Ibu dan Anak Putra Dalima.

Rangkaian pemeriksaan ibu hamil pada pemeriksaan pertama yang saya jalani sangat menyenangkan. Tampaknya Ibu Dokter Cantik ini memahami kondisi pasien yang masih muda dan mau tau banyak hal. Beliau sangat sabar menurut saya. Salah satu yang berkesan sebagai pasien, beliau masih ingat pertanyaan saya pada pemeriksaan sebelumnya (satu bulan lamanya) meskipun tidak ada di catatan.  Sederhana, namun sangat menyentuh untuk pasien yang sangat ingin diperhatikan oleh dokternya (bukan manja loh) :D

Harap maklum, terkadang saya emang baper hehe…………

Ok,kita kembali ke topik semula. Sebenarnya apa saja pemeriksaan pertama yang dilakukan terhadap ibu hamil.

——————————————————

  1. Pemeriksaan berat badan (BB). Pemeriksaan berat badan dilakukan setiap kali periksa. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah BB Anda normal, kurang atau lebih. Dokter akan memberitahukan kenaikan BB yang dianjurkan selama hamil. Idealnya 0,5 kilogram per minggu. Sejak bulan ke-4, idealnya pertambahan BB paling sedikit 1 kilogram per bulan. BB saya waktu itu masih kurang dan Ibu Dokter dengan senyum minta saya banyak makan dengan teratur dan minum susu untuk menambah BB. Bahasanya positif, jadi nggak berasa bangeet kalo ada kurang dengan diri kita.
  2. Pemeriksaan tinggi badan (TB).  Pengukuran TB cukup dilakukan satu kali pada pemeriksaan pertama. pemeriksaan ini akan membantu bidan/dokter untuk memperkirakan ukuran panggul ibu. Jika TB ibu kurang dari 145 cm, maka ibu memiliki faktor resiko panggul sempit.
  3. Pengukuran tekanan darah atau yang di kenal dengan tensi. Tekanan darah normal adalah 120/80mmHg, jika lebih besar maka ada ada resiko hipertensi/tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dapat menimbulkan resiko pre-eklamsia atau eklamsia.
  4. Pengukuran Lingkar Lengan Atas atau LiLA dilakukan untuk memprediksi kekurangan energi dan protein pada ibu hamil. Bila kurang dari 23,5 cm, artinya ibu hamil menderita kekurangan energi kronis dan beresiko melahirkan bayi berat lahir rendah atau BBLR.
  5. Pemeriksaan perut dan panggul untuk mengetahui ukuran dan posisi rahim. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan apakah pertumbuhan janin sesuai dengan usia kehamilan. Selain itu, juga untuk mengukur panggul ibu apakah cukup untuk dilalui bayi pada proses persalinan.
  6. Pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui golongan darah ibu dan faktor reshus. Golongan darah ini untuk mengantisipasi ketersediaan donor darah apabila diperlukan. Selain itu, pemeriksaan darah juga dapat dilakukan jika dokter mencurigai atau menemukan indikasi adanya penyakit seperti toksoplasmosis, hepatitis, diabetes dan anemia. Pemeriksaan darah saya lakukan tidak pada pemeriksaan pertama, menurut saya ini sebagaimana yang dianjurkan oleh dokter saja dilakukannya. Saya melakukan pemeriksaan darah pada tri semester ketiga.
  7. Usia kehamilan. Dokter atau bidan menggunakan beberapa cara untuk menentukan usia kehamilan. Diantaranya yaitu menghitung berdasarkan hari pertama haid terakhir jika ibu memiliki siklus teratur 28-30 hari. Dokter juga dapat menentukan usia kehamilan berdasarkan hasil pemeriksaan dengan USG atau ultrasonografi. Meskipun dokter menggunakan USG, beliau juga menggunakna perhitungan siklus haid terakhir saya. Jadi tidak serta merta hanya melihat hasil USG.

Pada pemeriksaan pertama ini, dokter  akan memberikan resep sesuai dengan kebutuhan Anda, selain beberapa tips untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.  Jika dokter melarang Anda melakukan sesuatu, pastikan Anda megetahui alasannya. Misalnya, saya di minta untuk menghindari konsumsi makanan yang terlalu asam dan pedas. Alasannya, supaya saya terhindar dari mulas yang berlebihan karena akan membahayakan janin di tri semester pertama. Anda juga tidak perlu ragu, untuk meminta informasi lebih detail tentang perkembangan janin.

Pastikan Anda merasa nyaman dengan dokter yang telah Anda pilih. Sangat baik jika Anda dapat melakukan pemeriksaan dengan dokter yang sama hingga proses persalinan.

Tidak perlu sungkan untuk bertanya pada dokter atau bidan Anda :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s