DIARY BUNDA RAYHAN

Ketika Harus Bekerja


Rasanya berat untuk beranjak dari kesenangan dan kenyamanan. Sabtu-Minggu terasa cepat, dan tau-tau udah Senin lagi. Hari Senin pernah memberikan banyak arti buat saya. Senin artinya… kerempongan bersih-bersih rumah berakhir, siap-siap anak mewek begitu saya keluar daycare, siap-siap telat di hari Senin karena kelamaan pamitan atau adaaa aja yang bikin kesiangan dari rumah. Alhamdulillah…semua itu sudah berakhir.

Setelah nggak bekerja nine to five, ngurus anak, suami dan pekerjaan rumah menjadi prioritas. Ini bukan pekerjaan nine to five, karena bisa jadi saya mulai dari jam empat pagi. Iya, jam empat pagi ketika anak saya bangun–minta sebotol air putih dan cemilan, setelah itu asik dengan mainannya. Alhamdulillah sekarang sudah biasa mendengar adzan subuh dan ngajak wudhu. Setelah sarapan beres dan suami berangkat kerja, barulah aktivitas buibu berlanjut.

Saya tidak selalu meng-iya-kan permintaan anak. Adakalanya anak belajar mengetahui perbedaan, mengenali kebutuhan dan kenyataan yang akan dia hadapi. Diapun harus mengerti, nggak akan ada sop atau cemilan kalau saya nggak boleh masak. Nggak akan ada baju bersih kalau saya nggak boleh nyuci baju. Hmmm …abaikan kalo ngelantur kemana-mana :-D (Skip)

Selalu ada yang harus kita tinggalkan, untuk beranjak pada kesenangan dan kenyamanan lainnya.

Balik lagi soal bekerja, anak saya mengenal kata “bekerja” sejak belia. Menurutnya, bekerja adalah meninggalkan rumah, ke kantor dan pergi seharian. Sekarang dia sudah punya makna yang lain. Anak saya sudah mengerti bekerja bisa dari rumah pakai laptop ketika ia belum genap tiga tahun. Terkadang butuh ngobrol dulu sama anak, supaya bisa buka laptop dan mulai online, atau gantian hape buat sekedar menyapa teman. Alhamdulillah anak tidak menjadi penghalang buat saya bekerja dari rumah.

Pada akhirnya, apapun pekerjaannya–bersusah payahlah dengan benar untuk mendapatkan hasil yang sepadan dan lebih baik.

Kata bijak ini menjadi salah satu booster– untuk selalu bergerak, tetap semangat dengan berbagai aktivitas buibu dan kerempongannya. Kata bijak ini saya temukan di buku dongeng anak saya, terbitan Al-Kautsar Kids, “Jagalah Allah, Allah akan Menjagamu” karya Muhammad Yasir, Lc.

Berangkatlah, pasti engkau akan mendapatkan ganti untuk semua yang engkau tinggalkan. Bersusah payahlah sebab kenikmatan hidup didapat dalam kerja keras.

Ketika air mengalir, ia akan menjadi jernih. Dan ketika ia berhenti akan menjadi keruh.

Sebagaimana anak panah, jika ia tak meninggalkan busurnya, tak akan mengenai sasaran.

Biji emas yang belum diolah akan sama dengan debu ditempatnya. Maka, ketika orang berangkat kerja, dia akan mulia seperti bernilai emas.

(Imam Asy-Syafi’i)

quote-background-design_1257-55
By artmonkey / Freepik

Selamat bekerja buibu!

Baca: Info Kerja dari Rumah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s